Analisis Teknikal dan Fundamental, Apa Perbedaannya?

analisis teknikal dan fundamental

Analisis teknikal dan fundamental harus dikuasai oleh para investor saham dan trader forex agar dapat menghasilkan profit yang maksimal. Secara umum bisa dijelaskan bahwa analisis teknikal digunakan untuk mempelajari sejarah pergerakan harga. Yang nantinya akan digunakan untuk mengukurnya pada pergerakan harga di masa depan.

Sementara itu, analisis fundamental digunakan untuk mengetahui neraca, laporan laba, laporan rugi, dan dasar-dasar ekonomi lainnya. Sehingga cukup jelas perbedaan analisis teknikal dan fundamental ini. Bagi kamu yang ingin tahu lebih jelas mengenai analisis teknikal dan fundamental, silahkan simak rangkuman penjelasan berikut ini.

Perbedaan Mendasar Analisis Teknikal dan Fundamental

1. Analisis Teknikal, Analisis Sejarah Perkembangan Harga

analisis teknikal dan fundamental
Teknikal lebih bersifat sederhana dibandingkan fundamental

Analisis teknikal dan fundamental memiliki perbedaan yang sangat jelas. Analisis teknikal menitikberatkan pada pola kenaikan atau penurunan harga dari satu perusahaan dibandingkan kondisi ekonomi secara makro. Sebenarnya, analisis teknikal bersifat lebih sederhana dibandingkan dengan analisis fundamental.

Analisis teknikal digunakan para trader untuk mengidentifikasi tren harga yang sedang berlangsung dengan melacak histori pergerakan harga dan volume trading. Data ini divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga mudah dibaca. Analisis teknikal yakin bahwa harga di masa lalu mampu memperbaiki pergerakan harga pada saat ini.

Analisis teknikal berpatokan pada empat hal, yaitu: bagaimana harga pada waktu selanjutnya, kemana pergerakan harga, kapan pelaksanaannya, dimana batasan resikonya. Analisis dengan cara ini membuat trader dapat bergerak cepat dalam pengambilan keputusan. Mereka tidak membutuhkan waktu panjang untuk mengetahui mengapa harta itu bergerak.  

Kelemahan dari analisis teknikal adalah akurasinya yang hanya sekitar 60-70 persen. Sehingga memberikan peluang error yang cukup besar dan dapat mendatangkan kerugian. Hal ini disebabkan karena trader jarang memperhatikan kinerja ekonomi namun lebih tertarik pada pergerakan harga secara langsung berdasar data historis.

Perbedaan analisis teknikal dan fundamental yaitu pada analisis teknikal, trader mengabaikan kondisi pasar. Mereka tidak memperhitungkan yang sedang terjadi dan yang akan terjadi di pasar melainkan memprediksi dari pergerakan harga yang sudah terjadi. Pada akhirnya investor memilih analisis teknikal untuk perkembangan investasi jangka pendek.

2. Analisis Fundamental, Analisis Pasar Secara Keseluruhan

analisis teknikal dan fundamental
Analisis fundamental lebih menekankan analisis secara umum terhadap kinerja suatu perusahaan

Pembeda utama antara analisis teknikal dan fundamental yaitu analisis fundamental lebih menekankan analisis secara umum terhadap kinerja suatu perusahaan. Analisis fundamental mempertimbangkan hal-hal yang dapat menggerakkan harga saham. Contohnya seperti kinerja keuangan, kompetitor, potensi usaha, dan analisis pasar secara makro dan mikro.

Analisis fundamental biasanya dipilih oleh investor untuk perkembangan investasi jangka panjang. Ada dua metode yang digunakan saat calon investor melakukan analisis fundamental suatu perusahaan, yaitu pendekatan top-down dan bottom-up. Berikut penjelasannya:

a. Pendekatan Top-Down

Pertama adalah pendekatan top-down. Pendekatan ini dilakukan dengan melihat gambaran umum dari suatu perusahaan. Apabila kondisi suatu perusahaan secara umum telah baik, maka seluruh komponen perusahaan bisa dianggap baik juga.

Pendekatan Top-Down memperhatikan empat aspek sebagai pertimbangan. Diantaranya adalah kondisi makro global, kondisi makro dalam negeri, prospek pertumbuhan, dan fundamental perusahaan. Bila keempat aspek ini menunjukkan kondisi positif, maka bisa dikatakan perusahaan memiliki prospek ke depan yang positif juga.

b. Pendekatan Bottom-Up

Pendekatan ini berkebalikan dengan top-down. Di mana calon investor akan melihat lebih detail sebuah perusahaan. Biasanya calon investor akan meneliti kondisi keuangan perusahaan serta daya kompetisinya di pasar. 

Melakukan pendekatan bottom-up berarti calon investor mengkaji lebih dalam mengenai kondisi perusahaan. Kajian ini dilakukan sebelum dapat menarik kesimpulan apakah perusahaan tersebut akan memberi dampak positif ke depannya. Apabila memberikan dampak positif maka besar kemungkinan untuk berinvestasi ke perusahaan tersebut. 

Analisis fundamental dapat digunakan dalam trading forex. Para analis mempelajari kondisi ekonomi berdasar analisa suku bunga dan indeks harga konsumen di masing-masing negara. Trader memantau pergerakan nilai mata uang yang dipengaruhi beberapa faktor dari suatu negara seperti sosial politik dan ekonomi.

Demikianlah pembahasan mengenai analisis teknikal dan fundamental yang dapat disampaikan. Kedua analisis memiliki kelebihan tersendiri dalam metodenya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*