Perbedaan ATL dan BTL Sebagai Strategi Marketing

atl dan btl

Para marketer tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ATL marketing (Above the line) dan BTL marketing (Below the line). Keduanya adalah bentuk dari sebuah aktivitas pemasaran. Lantas, apa yang membedakan keduanya? Meski sama-sama merupakan aktivitas pemasaran, namun ternyata ada berbagai perbedaan mendasar antara ATL dan BTL.

ATL merupakan aktivitas promosi yang umumnya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai usaha untuk membentuk sebuah brand image yang diinginkan. Sementara itu, BTL merupakan aktivitas marketing yang dilakukan pada tingkat sales atau pengecer dengan tujuan untuk menarik pengunjung atau calon konsumen agar bisa terjadi pembelian.

Inilah Perbedaan Antara ATL Dan BTL dalam Sistem Pemasaran

1. Target Audiens

atl dan btl
Keduanya memiliki target pasar yang berbeda

ATL memiliki target audiens yang lebih luas dibandingkan BTL. Pemasaran ATL terdiri atas berbagai kegiatan pemasaran atau periklanan yang umumnya tidak ditargetkan serta memiliki jangkauan yang luas. ATL terdiri dari strategi pemasaran massal. Artinya, pemasaran tidak ditargetkan untuk sekelompok orang atau grup, melainkan untuk semua orang secara umum.

Sementara itu, target audiens BTL lebih terbatas. Pemasaran BTL tidak menjangkau semua kalangan, melainkan ada sekelompok orang, grup, atau golongan tertentu yang menjadi target promosi dan harus tercapai. Misalnya pada pemasaran produk kecantikan kulit untuk remaja, maka tugas BTL adalah melakukan interaksi dengan kelompok audiens remaja.

2. Strategi Pemasaran

Selain memiliki perbedaan target audiens, ATL dan BTL juga berbeda dari jenis media pemasaran yang digunakan. Pada ATL, strategi pemasaran tidak dilakukan dengan mengadakan interaksi secara langsung dengan audiens. ATL hanya dilakukan untuk membangun brand atau merk produk perusahaan.

Berbeda dengan ATL, BTL justru digunakan pada program penjualan. Caranya adalah dengan melakukan interaksi langsung dengan audiens. Strategi ini bisa dilakukan dengan mengadakan kegiatan yang memungkinkan terjadinya interaksi dengan calon pembeli. Bahkan, BTL juga bisa membuat audiens langsung action untuk melakukan pembelian.

3. Media Pemasaran

atl dan btl
Media pemasaran yang digunakan oleh keduanya juga berbeda

ATL memiliki target yang luas dan tidak melakukan interaksi secara langsung dengan audiens. Maka media yang digunakan dalam pemasaran adalah media yang bisa menjangkau banyak orang tanpa perlu mengadakan interaksi langsung. Media yang digunakan diantaranya adalah  website, blog, sosial media, televisi, majalah, koran, radio, dll.

Sementara itu, media pemasaran yang digunakan dalam BTL adalah sebuah kegiatan yang memungkinkan adanya sentuhan atau interaksi langsung dengan audiens. Baik dengan mengadakan sebuah event, sampling, sponsorship, point-of-sale (POS) materials, trade promotion, atau customer promotion. Bisa juga kegiatan lainnya yang bisa menarik pembeli.

4. Tujuan Pemasaran

Pada dasarnya ATL dan BTL sama-sama bertujuan untuk menyukseskan program pemasaran brand dan produk perusahaan. Namun, keduanya juga memiliki tujuan masing-masing yang bersinergi satu sama lain. Pemasaran ATL lebih bertujuan untuk membuat dan menjelaskan konsep atau ide terkait produk yang akan ditawarkan.

Sementara itu, tujuan dari pemasaran BTL adalah mendukung sekaligus mem-follow up semua aktivitas yang dilakukan oleh ATL. Sehingga, akan terjadi keselarasan antara ATL dengan BTL. Tujuannya berguna dalam mencapai target atau tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.

5. Pelaku Pemasaran

atl dan btl
Pelaku pemasaran dari atl dan btl juga berbeda

Pemasaran ATL dilakukan oleh manajemen pusat sebagai usaha untuk membangun brand atau citra baik perusahaan. Sementara itu, pemasaran BTL dilakukan pada tingkat retail atau konsumen. Jika ATL dilakukan oleh manajemen pusat, maka BTL dilaksanakan oleh kantor-kantor perwakilan cabang di setiap daerah.

Itu dia beberapa perbedaan antara ATL dan BTL. Jadi, meskipun keduanya sama-sama bekerja dalam bidang pemasaran, namun memiliki tujuan dan strategi yang berbeda. Jika bisa membangun sinergi dan kinerja yang baik, maka apa yang menjadi rencana perusahaan bisa tercapai. Terutama dalam hal membangun citra perusahaan dan meningkatkan penjualan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*