Memahami Marketing Lucu dalam Bisnis

marketing lucu

Banyak pengusaha Indonesia yang menggunakan teknik marketing lucu dan anti mainstream untuk memasarkan produknya. Uniknya, strategi unik ini berhasil menarik hati calon pembeli. Saat Kamu ingin membangun sebuah bisnis, tentu membutuhkan persiapan yang matang. Baik menyiapkan persiapan tempat usaha, modal usaha, dan yang tidak kalah penting adalah menyiapkan strategi untuk memasarkan produk tersebut.

Ya, pemilihan strategi marketing memang sangat penting dalam menentukan kelanjutan bisnis kamu jalankan. Tanpa menerapkan strategi marketing yang tepat, maka produk Kamu akan sulit dikenal banyak orang. Mau tau apa saja fenomena jenaka dunia marketing anti mainstream ala orang indonesia?

Ini Dia, Fenomena Skill Marketing Lucu Tingkat Dewa Ala Orang Indonesia

marketing lucu
Marketing Lucu di Indonesia

Dalam dunia bisnis dan usaha, menguasai teknik marketing memang sangat penting. Jika Kamu ingin lebih banyak orang yang mengenali produk mu, maka kamu dituntut lebih kreatif dalam pemasaran produk. Kamu bisa mengambil inspirasi dari teknik marketing yang lucu ala orang indonesia berikut:

1. Membuat Akun Palsu Pembeli

marketing lucu
Akun Palsu dari Pembeli

Pernahkah Kamu melihat bisnis online dengan ribuan like dan komentar? Rata-rata komentar yang diberikan adalah kalimat yang memuji produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis tersebut. Jangan salah, ternyata banyak pemilik bisnis online yang membuat akun palsu sebagai strategi marketing untuk meningkatkan trafik penjualan.

Ya, perusahaan tersebut nekat membuat atau menyewa ribuan akun untuk mengomentari bisnisnya sendiri. Teknik marketing yang lucu ini diharapkan dapat membuat pembaca ikut tertarik untuk membeli produk tersebut karena banyaknya komentar positif yang bertebaran dari pelanggan lain. Padahal, ribuan like dan komentar tersebut ternyata hanya akun palsu saja.

2. Cara Marketing Celana Dalam yang Unik

marketing lucu
Marketing Celana Dalam

Apakah Kamu pernah bertanya-tanya, mengapa celana dalam pria diletakkan dalam kotak? Lalu, mengapa celana dalam wanita dipasang di luar bertebaran? Nah, ternyata ini adalah teknik marketing yang sangat unik dan terbukti sukses. Sifat pria dalam membeli segala sesuatu biasanya menerapkan prinsip ‘satu saja cukup’. Begitu juga dalam membeli celana dalam. Jika tidak dimasukkan ke dalam kotak, maka pria hanya akan membeli satu celana dalam saja. Namun karena celana dalam pria sudah dimasukan kotak, maka mereka terpaksa membeli satu kotak yang biasanya isinya tiga, dan penjualan pun akan semakin meningkat.  

Celana dalam wanita tidak dimasukan ke dalam kotak, karena jika dimasukkan kotak pasti sudah rusak kotak-kotak tersebut. Wanita akan penasaran dengan warna, motif, dan modelnya. Selain itu, wanita tidak akan cukup beli satu celana dalam saja, jadi tidak masalah jika dijual satuan bertebaran di luar, karena mereka akan tetap membeli lebih dari satu celana dalam.

3. Kelihatan Laris

marketing lucu
Strategi Kelihatan Laris

Teknik marketing ini memang cukup unik, tapi terbukti berhasil meningkatkan penjualan. Berpura-pura produk jualannya telah laris manis, ternyata bisa mempengaruhi calon pelanggan lain untuk segera ikut membelinya. Misalnya pengusaha tersebut menjual salad buah kemasan, kemudian difoto dan di promosikan di media sosial.

Pengusaha tersebut membuat kalimat promosi yang unik seperti ‘dari 50 salad buah, hanya sisa 5 saja’. Artinya, sudah 45 salad buah yang terjual. Karena terlihat sangat laris, calon pembeli pasti menganggap bahwa salad buah tersebut rasanya sangat enak, sehingga mereka tertarik untuk segera membelinya. Padahal, siapa tahu jika pengusaha tersebut ternyata memang hanya membuat 5 kotak salad buah saja sebagai media promosi. 

Banyak strategi marketing lucu yang bisa Kamu tiru. Namun, pastikan teknik pemasaran yang Kamu lakukan tidak akan merugikan pelanggan. Dengan menggunakan teknik marketing yang anti mainstream, maka produk yang Kamu jual bisa semakin laris di pasaran. Bagaimana, apakah Kamu sudah menemukan ide strategi marketing yang unik dan anti mainstream?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*