Kenali Instrumen Pasar Modal Sebelum Mulai Berinvestasi

instrumen pasar modal

Instrumen pasar modal adalah instrumen yang paling cocok untuk melakukan investasi jangka panjang. Kalau kamu berniat untuk nyebur ke dunia investasi, maka harus paham dulu dengan instrumennya. Hal ini untuk memudahkan memilih produk investasi apa yang cocok untuk kamu beli. Yuk, kenalan dulu dengan instrumen yang tersedia di pasar modal!

Inilah 4 Instrumen Pasar Modal yang Perlu Kamu Ketahui

Apa sih pentingnya bagi investor pemula untuk mengetahui instrumen yang ada di pasar modal? Tentu saja penting karena instrumen yang akan dijelaskan berikut ini adalah pilihan produk investasi yang tepat untuk kamu beli. Mari simak satu persatu penjelasan berikut ini.

1. Saham

instrumen pasar modal
Menjadi instrumen di pasar modal yang paling populer untuk digunakan

Saham merupakan instrumen yang paling populer bahkan di telinga orang awam sekalipun. Perusahaan yang menerbitkan saham akan mendapat pendanaan jangka panjang untuk kepentingan bisnisnya. Sebagai imbalannya, perusahaan akan memberikan uang tunai kepada investor. 

Menurut Bursa Indonesia, saham adalah surat tanda bukti kepemilikan seseorang (dalam hal ini disebut investor) terhadap sebuah perusahaan. Artinya, kalau kamu membeli saham suatu perusahaan, itu artinya kamu membeli hak milik atas perusahaan yang sahamnya dibeli itu. Karena sudah membeli sahamnya, maka kamu berhak atas keuntungan.

Keuntungan yang diperoleh berasal dari yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Inilah yang disebut dengan dividen. Selain dividen, kamu juga berhak mendapat keuntungan dari capital gain. Capital gain adalah selisih harga saham saat dibeli dengan saat dijual.

Keuntungannya banyak? Benar banget! Namun resikonya juga besar, mengingat pasar saham sangat fluktuatif dan harga saham bisa naik turun bahkan dalam hitungan menit. Karena itu kamu harus rajin memonitor pergerakan saham ini. Selain itu, kamu juga harus menguasai berbagai strategi dalam penjualan saham. 

2. Obligasi

Obligasi adalah surat tanda meminjamkan uang dengan jangka waktu tertentu. Obligasi biasa disebut surat pengakuan utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan sejumlah dana. Obligasi juga bisa diterbitkan oleh pemerintah dengan nama Obligasi Negara Ritel (ORI).

Instrumen pasar modal ini belakangan mulai ngetren sejak pemerintah gencar mengkampanyekan pembelian obligasi yang dikeluarkan pemerintah. Tujuannya untuk membantu membangun negara. Output dari pembelian ORI adalah untuk mendapatkan dana pembangunan seperti membangun sekolah, jalan, dan lain-lain. 

Keuntungan yang didapat dari pemegang obligasi adalah kupon yang terbagi atas fixed coupon dan floating coupon. Kamu juga mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dari harga beli. Sebagai informasi, nilai kupon ini lebih besar daripada bunga deposito, lho! Jadi obligasi bisa banget kalau mau kamu jadikan investasi jangka menengah.

Walaupun keuntungannya lumayan besar, jangan lupa kalau obligasi tetap mengandung risiko. Bahkan walaupun obligasi ini dikeluarkan oleh pemerintah dan dilindungi undang-undang. Meski demikian, dibandingkan dengan saham, obligasi tetap lebih aman. Terutama buat para investor pemula yang baru nyebur ke dunia pasar modal.

3. Reksa Dana

instrumen pasar modal
Jenis instrumen yang dikelola oleh manajer investasi

Di Reksa Dana, kamu mempercayakan sejumlah dana kepada manajer investasi untuk mengembangkannya. Pilihlah manajer investasi yang memiliki performa bagus agar hasil investasi optimal.  Kamu bisa memilih reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. 

Masing-masing memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda. Dibanding dengan saham, reksa dana adalah instrumen yang dapat dikelola dengan lebih santai. Namun, kamu juga harus tetap menguasai strategi dalam penggunaan reksa dana agar bisa mengambil keputusan terbaik terkait reksa dana yang kamu miliki. 

4. Derivatif

Derivatif merupakan turunan dari saham dan obligasi. Kamu mungkin kurang familiar dengan instrumen ini. Derivatif biasa digunakan untuk melindungi nilai investasi. Terutama terhadap risiko yang timbul akibat pergerakan saham, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan faktor penyebab perubahan harga di pasar.

Setelah kamu memahami 4 instrumen pasar modal, silahkan menentukan produk yang cocok untuk investasimu. Saat memutuskan sebuah instrumen, jangan lupakan faktor risikonya, ya? Semoga artikel ini bermanfaat, dan selamat berinvestasi!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*