Investasi Reksadana: Pengertian dan Cara Memulainya

investasi reksadana

Investasi menjadi salah satu cara untuk membangun keuangan masa depan yang menjanjikan. Salah satu yang bisa dipilih adalah investasi reksadana yang menawarkan keuntungan maksimal dengan modal yang terjangkau. Pastinya, banyak sekali pertanyaan mengenai apa itu reksadana dan bagaimana cara berinvestasi dari reksadana ini.

Reksadana merupakan suatu wadah untuk menghimpun dana yang diperoleh dari masyarakat pemodal yang selanjutnya akan diinvestasikan dalam portofolio efek. Pengelolaan investasi ini dilakukan oleh Manajer Investasi. Selain itu, Manajer Investasi juga didukung oleh Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi

Cara Memulai Investasi Reksadana

1. Pahami Cara Kerja Investasi Reksadana

investasi reksadana
Pahami Dahulu Bagaimana Cara Kerjanya

Langkah pertama adalah pahami dulu cara kerja investasi ini. Ini memiliki cara kerja dengan sistem verifikasi investasi, dimana pada sistem ini dilakukan pemecahan investasi ke beberapa instrumen. Sehingga, investasi tidak hanya ditanamkan di satu perusahaan saja, tetapi di beberapa perusahaan.

Cara kerja ini membuatnya tetap aman. Karena jika perusahaan A mengalami penurunan saham, tidak membuat dana yang telah diinvestasikan juga ikut mengalami penurunan. Investor masih memiliki investasi di perusahaan atau instrumen lain yang telah ditempatkan oleh manajer investasi.

2. Kenali Jenis Reksadana

Kedua adalah dengan mengenali jenis reksadana yang dipilih. Sebelum memulai untuk berinvestasi di reksadana, sebaiknya pahami terlebih dahulu jenis reksadana yang bisa dijadikan pilihan ketika akan berinvestasi. Terdapat empat jenis reksadana, diantaranya adalah:

a. Reksadana Pasar Uang

Pada reksadana pasar uang ini seluruh alokasi investasi ditempatkan di deposito berjangka, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan obligasi. Dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Jenis reksadana ini cocok untuk investasi jangka pendek dan cenderung lebih aman karena memiliki resiko yang kecil.

Hanya saja keuntungan yang didapat relatif kecil. Reksadana pasar modal dapat dimulai dengan modal Rp100.000,- dengan waktu investasi yang fleksibel. Tentunya ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik.

b. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis yang kedua adalah reksadana pendapatan tetap. Pada reksadana pendapatan tetap ini dana investasi dialokasikan ke obligasi dengan komposisi minimal 80%. Aset surat utang atau obligasi dapat berupa obligasi pemerintah maupun perusahaan sehingga tingkat pengembaliannya stabil.

Reksadana pendapatan tetap dapat dimulai dengan modal Rp100.000,-. Dengan keuntungan atau return hingga 10% per tahunnya. Akan tetapi resikonya lebih tinggi dari reksadana pasar uang. Investasi pada jenis ini cocok untuk jangka waktu menengah sekitar 1 hingga 3 tahun.

c. Reksadana Campuran

Pada reksadana campuran ini dana investasi dialokasikan ke berbagai instrumen keuangan seperti deposito, obligasi, pasar uang dan saham. Dibandingkan dengan jenis reksadana sebelumnya, reksadana campuran ini sangat beresiko. Akan tetapi jika berhasil maka akan memberi keuntungan yang tinggi.

d. Reksadana Saham

Pada reksadana saham dana investasi dialokasikan minimal 80% ke berbagai efek saham dan sisanya dialokasikan ke pasar uang. Dengan investasi yang bisa dimulai dengan modal Rp10.000,-. Reksadana jenis ini memiliki return sangat tinggi, tetapi juga memiliki resiko yang tinggi. Reksadana saham sangat cocok untuk investor yang sudah berpengalaman.

3. Tentukan Jangka Waktu Investasi

jangka waktu investas reksadana
Mulai Menentukan Jangka Waktu

Setelah mengetahui jenis reksadana dengan sistem kerjanya masing-masing, maka selanjutnya adalah menentukan jangka waktu investasi. Mulai dari jangka waktu kurang dari satu tahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, atau diatas 5 tahun. Ini bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing.

4. Pilih Produk yang berizin OJK

Reksadana adalah investasi legal, hal ini dibuktikan dengan adanya izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan berbagai syarat mutlak. Sebelum memulai berinvestasi, pastikan terlebih dahulu produk reksadana dan manajer investasi memiliki perizinan. Sehingga, tidak terjebak dalam penipuan dan investasi bodong.

5. Pahami Prospektus Reksadana

prospektus investasi reksadana
Melihat dan Memahami Prospektus

Ketika berinvestasi, penting sekali untuk memahami setiap detail dari prospektus reksadana. Ini semacam buku manual yang di dalamnya terdapat berbagai informasi mengenai reksadana. Baik itu perizinan, manajer investasi, biaya investasi, kebijakan investasi, dan informasi lainnya.

Investasi reksadana menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi dan merencanakan keuangan masa depan. Namun, perlu sekali untuk mempelajari bagaimana cara berinvestasi yang baik dan benar. Dengan hal ini maka resiko dan peluang kerugian reksadana bisa ditekan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*