Aneka Jenis Instrumen Investasi yang Bisa Dipilih Oleh Pemula 

jenis instrumen investasi

Melakukan investasi berarti melakukan usaha untuk melindungi aset berharga sekaligus mencari keuntungan. Proses investasi dilakukan melalui alat atau sarana investasi. Sarana yang digunakan untuk berinvestasi ini disebut dengan instrumen investasi. Ada beberapa jenis instrumen investasi yang bisa digunakan untuk melakukan investasi yang menguntungkan. 

5 Jenis Instrumen Investasi yang Paling Sering Digunakan

Sebelum berinvestasi, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis dari instrumen investasi itu sendiri. Instrumen investasi memiliki beberapa jenis dengan sistem kerja dan keuntungan yang berbeda-beda. Selain itu, setiap instrumen juga memiliki resikonya masing-masing. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis instrumen investasi yang paling umum digunakan.

1. Saham

jenis instrumen investasi
Instrumen investasi yang sangat populer, saham

Saham termasuk ke dalam salah satu instrumen investasi yang berbentuk penyertaan modal pada suatu perusahaan. Dari penyertaan modal ini, maka akan didapatkan keuntungan yang diambil dari pendapatan perusahaan. Terdapat dua sumber keuntungan. Keuntungan pemilik saham ini berasal dari capital gain dan dividen. Apa perbedaannya?

Capital gain diperoleh dari proses jual beli saham. Ketika saham yang dibeli dengan harga murah dan saat dijual lagi harganya menjadi lebih mahal. Sementara dividen adalah sebagian keuntungan yang didapat perusahaan dan diberikan ke pemilik saham. Besar keuntungannya juga bergantung pada persentase saham yang dimiliki.

2. Deposito

Bentuk investasi deposito berupa penanaman modal minimal. Selain itu, deposito juga memiliki jangka waktu mulai dari 3 bulan hingga 10 tahun. Selama jangka waktu tersebut, maka akan didapatkan keuntungan berupa bunga dari bank. Keuntungan berupa bunga ini besarnya tergantung kebijakan dari masing-masing bank.

3. Reksadana

jenis instrumen investasi
Berinvestasi dengan reksadana

Reksadana adalah jenis dari instrumen investasi yang cara kerjanya mirip dengan saham. Pada investasi saham, tidak memiliki batas minimal investasi. Berbeda dengan investasi reksadana yang mengharuskan investor untuk membayar sejumlah minimal investasi. Investasi melalui reksadana diharuskan membeli beberapa lembar reksadana dari perusahaan. 

Setelah itu, akan didapatkan keuntungan dari penanaman modal reksadana yang dikelola oleh manajer investasi. Besar keuntungan yang didapatkan dari hasil reksadana ini diberikan setelah dipotong untuk beberapa hal. Pemotongan keuntungan ini dialokasikan untuk jasa dan perusahaan reksadana. Jenis investasi ini kini sedang populer di kalangan investor Indonesia.

4. Surat Utang atau Obligasi

Surat utang atau obligasi merupakan instrumen investasi yang memiliki sedikit kemiripan dengan deposito. Perbedaannya, terletak pada imbal hasil yang diperoleh. Untuk obligasi imbal hasilnya yang didapatkan cenderung lebih dinamis dan jumlahnya lebih pasti. Obligasi sendiri terdiri dari surat utang negara dan surat utang perusahaan.

Surat utang negara dikeluarkan oleh negara ketika negara sedang membutuhkan uang. Sementara itu, surat utang perusahaan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Surat utang yang dikeluarkan baik oleh negara maupun perusahaan tersebut nantinya akan dijual di Bursa Efek Indonesia. Penyetoran awal obligasi minimal 5 juta sampai ratusan juta.

5. Logam Mulia atau Emas

jenis instrumen investasi
Instrumen investasi yang sangat stabil, emas

Instrumentasi investasi yang terakhir ada logam mulia atau emas. Investasi dalam bentuk emas ini tentunya tidak kalah menguntungkan dari jenis investasi lainnya. Investasi ini sangat cocok untuk jangka panjang. Dalam jangka waktu yang panjang, harga emas ini cenderung mengalami kenaikan dengan nilai yang relatif stabil.

Melakukan investasi menggunakan emas ini sangatlah mudah. Emas perhiasan bisa didapatkan dari toko-toko emas. Bisa juga melakukan pembelian emas melalui website yang menyediakan layanan investasi emas. Sementara itu, untuk logam mulia bisa didapatkan dari bank-bank yang menyediakan logam mulia. 

Sayangnya, investasi emas ini tidak dianjurkan untuk investasi jangka pendek. Hal ini dikarenakan, pada waktu dan kondisi tertentu harga emas mengalami penurunan. Maka dari itu, penjualan emas ini harus pada waktu yang tepat agar didapatkan banyak keuntungan. Jadi, harus tahu harga emas yang ada di pasaran.

Nah, itulah beberapa jenis instrumen investasi yang perlu diketahui. Jika tertarik melakukan investasi, jangan sampai asal pilih saja. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan dalam berinvestasi. Pelajari juga bagaimana sistem investasi tersebut. Dengan begitu, maka investasi yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar dan sukses! 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*