Pengertian Marketing Automation, Manfaat, dan Contohnya

Banyak juga departemen pemasaran yang harus diotomatisasi tugasnya secara berulang, seperti email, media sosial, serta tindakan wesbite lainnya. Untuk itu hadir teknik marketing automation untuk mempermudah. Tentunya, kita semua tahu bahwa dalam dunia bisnis, marketing memegang peranan penting bagi kelangsungan bisnis tersebut. Dengan marketing, perusahaan bisa memperoleh penjualan, mempertahankan eksistensi pasar, dan bahkan memenangkan persaingan dengan kompetitor.

Namun, di balik peran pentingnya. Marketing merupakan proses yang terjadi berulang, seperti disinggung di awal. Mulai dari riset, iklan atau promosi, hingga pelaynanan purna jual, semuanya terjadi secara berulang. Apabila pelanggan Anda masih dalam jumlah yang sedikit, mencakup metode manual, bukan menjadi masalah. Namun, akan lain ceritanya apabila pelanggan Anda sudah ribuan. Sehingga proses marketing terjadi secara kompleks dan menggunakan cara konvensional bukan sebuah solusi tepat. Untuk itu, Anda perlu menggunakan teknik terbaru. Yaitu:

Pengertian Marketing Automation

Marketing automation merupakan sebuah teknik otomatisasi pemasaran menggunakan perangkat lunak khusus untuk marketing dengan tujuan mengotomatisasi tindakan pemasaran yang dilakukan. Apabila Anda seorang digital marketer advance pasti sangat tahu kanal-kanal digital yang mampu dimanfaatkan untuk aktivitas pemasaran. Lumayan banyak hal yang harus dikelola secara bersamaan.

Penggunaan teknik ini membuat proses yang seharusnya dilakukan secara manual bisa terjadi lebih efisien dan membuatnya makin mudah dan praktis. Teknik ini bisa menjadi komponen integral dari manajemen hubungan pelanggan atau CRM.

Jika ditarik kesimpulan, maka definisi dari marketing automation adalah sebagai berikut:

1. Sebuah aktivitas yang menggunakan software atau perangkat lunak sebagai media pendukung.

2. Perangkat lunak yang digunakan di sini ada banyak macamnya, contohnya adalah bot, email marketing, CRM, dan lain sebagainya.

3. Proses pemasaran yang telah diotomatisasi antara lain segmentasi pelanggan, integrasi data pelanggan, serta manajemen kampanye.

4. Tujuannya untuk efisiensi waktu dan juga sumber daya bisnis

Bagaimana Cara Mengenali Marketing Automation?

Contoh Marketing Automation

Seperti yang sudah disebutkan di poin nomor dua, contoh dari marketing automation ada banyak. CRM, bot, email marketing, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Kali ini, akan dibahas contohnya yaitu email marketing.

Proses untuk membuat email marketing sendiri cukup banyak. Mulai dari membuat list hingga mengintegrasikan dengan kanal pemasaran lainnya. Umumnya yang digunakan dalam email marketing ini adalah broadcast email, autoresponder, dan juga segmentasi. Dalam prakteknya, autoresponder dan broadcast email meruapakn proses yang berulang, apabila hal ini dilakukan ada dampak positif yang terjadi. Namun, di sisi lain hal ini menghabiskan waktu Anda.

Contohnya yaitu Anda mengirimkan broadcast lalu membuat segmentasi terhadap siapa saya yang membuka dan tidak membuka email yang Anda kirimkan tersebut. Kemudian bagi yang membuka broadcast email yang dikirimkan dalam waktu tertentu, Anda akan mengirim lagi email lanjutan. Bayangkan apabila ada 1.000 kontak di list email Anda, tentu tidak akan selesai dalam watu satu hari.

Anda mrmbutuhkan mengotomatisasi semuanya, sehingga Anda tidak perlu memantaunya di depan layar terus menerus dan mengakibatkan waktu Anda terbuang percuma. Dengan adanya email otomatisasi pemasaran ini, tentu akan membuat efisiensi waktu Anda dalam mengirimkan email. Inilah konsep email otomatisasi pemasaranyang akan memudahkan Anda.

Dari pengertian marketing automation, manfaat, dan contohnya di atas, dapat ditarik kesimpulan lagi bahwa otomatisasi pemasaran ini mencakup semua hal pemasaran secara umum yang didukung dengan media perangkat lunak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*