Ketahui 5 Perbedaan Likuidasi dan Pailit Pada Perusahaan

perbedaan likuidasi dan paillit

Likuidasi dan pailit jelas merupakan dua hal yang berbeda. Namun, kedua istilah ini ternyata seringkali dianggap memiliki arti yang sama. Perbedaan likuidasi dan pailit sebenarnya juga bisa diidentifikasi secara langsung. Karena perbedaan yang tampak memang tampak cukup mencolok. 

Likuidasi merupakan pembubaran sebuah perusahaan secara badan hukum dan juga sekaligus pemberesan harta kekayaan. Sementara itu, pailit merupakan sebuah kondisi perusahaan yang dinyatakan mengalami kebangkrutan oleh pengadilan. Aktiva yang dimiliki perusahaan diperuntukkan untuk membayar hutang. 

Inilah 5 Perbedaan Antara Likuidasi Dan Pailit

1. Penerapan Strategi

perbedaan likuidasi dan paillit
Perbedaan dari segi penerapan strateginya

Untuk dapat berkembang dan maju, sebuah perusahaan harus mempunyai strategi. Akan tetapi, adanya penerapan strategi yang salah dapat menimbulkan terjadinya kerugian yang besar bagi sebuah perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang mengalami likuidasi, biasanya mempunyai strategi keuangan yang buruk. 

Contohnya, perusahaan melakukan tindakan ekspansi pada saat kondisi keuangan perusahaan sedang tidak mendukung. Selain itu, bisa juga terjadi pada saat sebuah perusahaan perbankan memberikan kredit pada nasabah yang salah. Sehingga menimbulkan kredit macet. 

Kesalahan tersebut dapat berdampak buruk pada kondisi keuangan perusahaan dan dapat menyebabkan terjadinya likuidasi. Sementara itu, perusahaan mengalami kondisi pailit karena strategi pemasaran yang buruk. Sebuah perusahaan sudah seharusnya memahami bahwa sekarang ini kebutuhan konsumen cenderung beragam atau bervariasi. 

Akan tetapi, seringkali perusahaan mengabaikan hal tersebut. Penyebabnya utamanya cukup gamblang. Yaitu, kurang pekanya perusahaan terhadap trend dan juga pangsa pasar, dapat menyebabkan perusahaan mengalami pailit.

2. Faktor Internal

Perusahaan yang mengalami likuidasi biasanya memiliki tata kelola perusahaan yang buruk dan tidak diimbangi dengan adanya manajemen risiko. Akibatnya, timbullah berbagai macam kecurangan yang dilakukan para internal perusahaan sehingga perusahaan akan mengalami kerugian.

Sementara perusahaan yang mengalami pailit, biasanya memiliki ketakutan dan rasa khawatir yang berlebihan. Perusahaan mengalami rasa takut tidak dapat memberikan pelayanan terbaik pada konsumen. Bisa juga perusahaan merasa takut tidak dapat menghadapi segala jenis permasalahan yang menimpa perusahaan. 

Seharusnya, hal-hal tersebut dapat dijadikan motivasi untuk berkembang agar segala rasa takut dan kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi. Tetapi, beberapa perusahaan seringkali mengalami ketakutan yang diatas batas normal. Sehingga, berakibat pada kinerja perusahaan yang menjadi semakin menurun.

3. Faktor Eksternal

perbedaan likuidasi dan paillit
Perbedaan likuidasi dan pailit dari faktor eksternal

Perusahaan dilikuidasi terjadi karena adanya merger atau konsolidasi yang dilakukan. Merger merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih dengan tetap mempertahankan salah satu perusahaan. Sedangkan konsiliasi adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih untuk menghasilkan perusahaan yang baru. 

Umumnya perusahaan yang melakukan merger atau konsolidasi akan dibubarkan atau dilikuidasi sesuai dengan ketetapan pengadilan. Perusahaan mengalami kondisi pailit karena kurang memperhatikan gerak para kompetitor. Agar tidak pailit, perusahaan harus lebih memperhatikan setiap gerak para kompetitor agar tidak kalah dengan perusahaan lain.

4. Kehendak Mayoritas Pemegang Saham

Pailit atau likuidasi yang terjadi di perusahaan juga ditentukan oleh pemilik sahamnya. Pailit atau kebangkrutan pada perusahaan dapat menjadi sebuah alasan para mayoritas pemegang saham untuk melakukan tindakan likuidasi. Hal tersebut biasanya diputuskan pada saat dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham atau yang lebih dikenal dengan RUPS.

5. Proses Pembubaran

perbedaan likuidasi dan paillit
Proses pembubaran diantara keduanya yang berbeda

Likuidasi biasanya dilakukan dalam rangka proses pembubaran badan hukum. Sementara itu, pailit bukan merupakan proses pembubaran badan hukum. Sehingga, kondisi pailit yang dialami perusahaan tidak akan menyebabkan bubarnya sebuah badan hukum.

Itulah beberapa ulasan mengenai perbedaan likuidasi dan pailit. Bisa dilihat bahwa keduanya adalah hal berbeda tetapi masih memiliki hubungan satu sama lain. Semoga dengan membaca informasi ini Anda sudah bisa membedakan antara dua istilah ini ya. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*