Perbedaan Likuidasi dan Pailit yang Jarang Diketahui

perbedaan likuidasi dan pailit

Likuidasi dan pailit pada dasarnya merupakan hal yang berbeda, namun sering dianggap sama. Kedua istilah tersebut berkaitan dengan kondisi bisnis atau perusahaan yang memburuk. Meski sering dianggap memiliki arti yang sama, namun perbedaan likuidasi dan pailit bisa dilihat dari banyak hal.

Arti dari likuidasi itu sendiri adalah pembubaran bisnis perusahaan berdasarkan badan hukum serta dilakukan pemberesan harta kekayaan sekaligus. Sementara arti dari pailit adalah kondisi bisnis perusahaan yang dinyatakan mengalami kebangkrutan oleh pihak pengadilan. Kemudian aktiva milik perusahaan dipersilahkan untuk membayar hutang.

Inilah 5 Hal yang Menjadi Perbedaan Likuidasi dan Pailit

1. Penyebab Internal

perbedaan likuidasi dan pailit
Faktor internal yang menentukan pailit dan likuidasi juga berbeda

Perusahaan yang mengalami pailit umumnya akan mempunyai rasa khawatir atau ketakutan yang berlebihan. Dalam kondisi pailit, perusahaan merasa takut tidak bisa memberikan layanan yang baik kepada para pelanggannya. Selain itu, perusahaan juga akan merasa takut jika tidak bisa menghadapi berbagai permasalahan yang akan menimpa perusahaan.

Ketakutan yang dihadapi perusahaan seharusnya memang menjadi motivasi untuk terus berkembang agar rasa khawatir yang menimpa perusahaan tidak benar-benar terjadi. Namun, ada beberapa perusahaan yang tidak bisa mengatasi ketakutan tersebut hingga melewati batas normal. Akibatnya, kinerja perusahaan menurun, bahkan perlahan mengalami kehancuran.

Sementara itu, likuidasi yang menimpa perusahaan biasanya terjadi ketika ada tata kelola yang buruk dan perusahaan tidak mengimbanginya dengan manajemen risiko. Akibat dari kondisi ini adalah timbul berbagai jenis kecurangan yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian.

2. Penyebab Eksternal

Dilihat secara eksternal, likuidasi bisa terjadi saat perusahaan melakukan merger atau konsiliasi. Merger sendiri adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan mempertahankan salah satu perusahaan. Sementara itu, konsiliasi merupakan penggabungan dua atau lebih perusahaan untuk membentuk perusahaan baru.

Pada umumnya, perusahaan yang melakukan likuidasi ataupun merger bisa mengalami likuidasi atau dibubarkan sesuai dengan aturan atau ketetapan peradilan. Berbeda dengan likuidasi, penyebab eksternal dari pailit biasanya terjadi karena perusahaan kurang cekata. Terutama dalam memperhatikan gerak kompetitor atau saingan.

3. Strategi Perusahaan

perbedaan likuidasi dan pailit
Langkah strategi yang diambil perusahaan juga berbeda

Strategi sangat dibutuhkan oleh perusahaan agar maju dan berkembang. Namun, strategi yang salah juga bisa menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Likuidasi yang terjadi pada perusahaan biasanya terjadi akibat strategi keuangan yang diterapkan cukup buruk. Misalnya ketika perusahaan melakukan ekspansi ketika kondisi keuangan kurang mendukung..

Sementara itu, kondisi pailit pada perusahaan biasanya terjadi karena strategi pemasaran yang kurang baik. Misalnya adalah ketika perusahaan tidak peka terhadap trend masa kini yang sedang ramai disukai oleh konsumen. Karena banyak konsumen yang tidak tertarik dengan produk perusahaan tersebut, maka perusahaan bisa mengalami pailit.

4. Proses Dilakukannya Pembubaran

Proses pembubaran likuidasi dilakukan berdasarkan pembubaran badan hukum. Hal ini berbeda dengan pailit dimana proses pembubarannya tidak berdasarkan pada pembubaran badan hukum. Artinya, kondisi pailit yang perusahaan alami tidak mengakibatkan pembubaran sebuah badan hukum.

5. Kehendak Para Pemegang Saham

perbedaan likuidasi dan pailit
Para pemegang saham juga berperan dalam keputusan pailit atau likuidasi

Pailit dapat dikatakan sebagai kondisi dimana perusahaan mengalami bangkrut. Sementara itu, likuidasi adalah pembubaran perusahaan yang mengalami pailit atau kebangkrutan. Terjadinya pailit atau kebangkrutan perusahaan bisa menjadi alasan bagi para pemegang saham untuk melakukan likuidasi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Itu dia beberapa hal yang menjadi perbedaan antara likuidasi dan pailit. Berdasarkan 5 hal di atas, maka sudah pasti bahwa likuidasi dan pailit memang dua hal yang berbeda dan tidak bisa dianggap sama. Namun, keduanya bisa dianggap sebagai kondisi yang merugikan bagi bisnis atau perusahaan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*