Resiko Investasi Saham yang Wajib Diketahui Para Pemula

resiko investasi saham
Businessman checking stock market on digital tablet and a desktop computer with stock exchange graph on screen. Financial stock market. Analyzing data in office background.

Setidaknya, ada dua keuntungan yang akan diperoleh oleh investor yang memiliki saham. Pertama, capital gain yang merupakan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual saham. Kedua, dividen yang merupakan keuntungan dari pembagian pendapatan yang diperoleh perusahaan kepada seluruh pemegang saham. Lalu, apa resiko investasi saham?

5 Resiko Investasi Saham yang Bisa Menyebabkan Kerugian

1. Capital Loss

resiko investasi saham
Kerugian investasi saham berupa capital loss

Investasi saham beresiko mengalami capital loss. Capital loss merupakan kerugian yang didapatkan dari selisih antara harga jual dengan harga beli saham. Sehingga, Capital Loss bisa dikatakan sebagai kebalikan dari Capital Gain. Sebuah kondisi ketika investor menjual saham dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga belinya.

Perlu diketahui bahwa dalam setiap aktivitas jual beli saham, tidak selamanya pemodal atau investor bisa mendapatkan keuntungan atau capital gain dari saham yang dijual. Kadang kala, investor justru harus menjual saham dengan harga yang lebih rendah. Inilah yang menyebabkan investor akan mengalami capital loss atau kerugian.

2. Tidak Memperoleh Dividen

Meskipun investasi saham menawarkan keuntungan berupa pembagian dividen, namun ini hanya dilakukan jika perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan. Sehingga, perusahaan tidak akan membagikan dividen kepada para investor jika ternyata perusahaan sedang mengalami kerugian.

Keuntungan investor untuk mendapatkan dividen sangat ditentukan oleh bagaimana kinerja perusahaan. Bukan hanya itu, dividen umumnya diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika sebagian besar pemegang saham tidak setuju terhadap pembagian dividen karena pertimbangan tertentu, maka investor pun tidak akan mendapatkan dividen.

3. Resiko Suspend

resiko investasi saham
Terkena suspend dari otoritas bursa efek

Perlu diketahui bahwa sebuah saham bisa diberhentikan perdagangannya atau terkena suspend oleh otoritas bursa efek. Jika hal ini terjadi, maka investor tidak bisa menjual saham sampai status suspend pada saham dicabut oleh pihak yang terkait. Jangka waktu resiko investasi saham yang satu ini bervariasi, mulai dari 1 hari hingga beberapa hari.

4. Resiko Delisting Saham

Kerugian lain yang mungkin akan dialami oleh pemegang saham adalah resiko delisting saham atau dikeluarkannya perusahaan dari pencatatan bursa efek. Hal ini bisa terjadi jika perusahaan memiliki kinerja yang buruk. Contohnya tidak melakukan perdagangan dalam jangka waktu tertentu, mengalami kerugian selama beberapa tahun, dan kondisi lainnya.

Selain itu, perusahaan juga bisa di delist dari bursa efek dengan tujuan Go Private. Perlu diketahui bahwa perusahaan yang melakukan Go Private ini tidak akan merugikan para investor. Pasalnya, perusahaan penerbit saham akan melakukan Buyback pada saham yang diterbitkan tersebut.

5. Resiko Likuidasi dan Bangkrut

resiko investasi saham
Resiko terkena bangkrut atau likudasi

Apabila perusahaan telah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan akhirnya dibubarkan, maka otomatis pemegang saham akan mengalami dampak kerugian. Hal ini sesuai dengan peraturan di bursa efek, bahwa pemilik saham umumnya mendapatkan prioritas terakhir jika semua kewajiban perusahaan telah dilunasi kepada kreditur dan pemegang obligasi.

Jika masih ada sisa dari penjualan kekayaan perusahaan, maka sisa hasil tersebut bisa dibagikan secara proporsional kepada semua pemegang saham. Namun, jika ternyata tidak ada sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan, maka pemegang saham pun tidak akan memperoleh apa-apa.

Itulah beberapa resiko investasi saham yang wajib diketahui oleh para pemula. Meski menawarkan banyak keuntungan, ternyata investasi saham juga memungkinkan adanya banyak kerugian. Maka dari itu, pemegang saham diwajibkan untuk selalu mengikuti perkembangan perusahaan saham, sehingga bisa terhindar dari kerugian yang tak diinginkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*